Labels

Cari di blog ini

Development heroicbit

Git Push Langsung ke Server Production

Silakan Ngomen

 Waktu jaman shared hosting dimana kami belum sanggup buat beli VPS, ada software penyelamat yaitu git-ftp buat ngepush project ke shared hosting via protokol ftp, karena pada saat itu shared hosting belum pada mendukung git. Dibanding kalau harus upload manual via FileZilla yang malesin banget, git-ftp adalah solusi. 


Kian kemari udah biasa pakai VPS karena harganya udah pada murah juga, kami bisa pakai git pull buat ngepull project. Proses deployment lebih cepet daripada pakai git-ftp. Tapi kami jadi harus login ssh dulu ke server.


Maka kemudian kami bikin script buat autopull setiap kali ngepush ke server remote (github atau gitlab). Rada ribet juga ini karena kadang suka masalah sama user permission. Suka lupa juga cara setupnya karena metodenya ga baku.


Asyik banget dulu waktu sempet main Heroku dan CloudFoundry, dimana kita tinggal git push ke heroku langsung kedeploy ke server production. Dan akhirnya ketemu juga caranya untuk bikin yang serupa ini. Sebenernya ini bukan ilmu baru. Cuma baru sekarang aja keotakan buat memahaminya hehe..


Caranya adalah dengan membuat bare repo di server production. Oh iya seingatku dulu rada ribet juga sih buat setup seperti ini karena harus bikin user git dulu di servernya, dst. Sekarang kita bisa akses bare repo via protokol ssh aja.


Langkah-langkah

Seperti biasa, bikin repo dulu di lokal. Lalu sambungkan dengan remote server di github atau gitlab.


Kemdian login ssh ke server, lalu bikin bare repo dari remote server:

sudo mkdir /repos
sudo chmod 775 /repos
sudo chown $USER:$USER /repos
cd /repos
git clone --bare git@github.com:heroicbit/heroicbit.git


Sampai sini dia belum langsung bisa dipake, karena cloning bare repo itu ga kayak clone biasa dimana kita bisa langsung lihat penampakan file-file project kita. Ini seperti kita bikin repo remote di github. Dengan demikian kita punya repository yang bisa diakses sebagai remote repo melalui ssh://usernameserver@IP.SERVER/repos/heroicbit.git


Kita daftarkan remote repo tersebut ke project di local, dengan perintah:

git remote add production ssh://usernameserver@IP.SERVER/repos/heroicbit.git

Nama remote servernya bebas, bisa production, live, dev, staging, dan sebagainya. Jangan pakai origin karena origin kan sudah kita pakai untuk remote repo github.


Kembali ke server, kita harus buat satu file hook supaya kalau ada push ke repo ini file-file projectnya kita pasang di tempat kita ingin memasang project kita supaya bisa diakses online. Biasanya di /var/www.

Masuk ke folder reponya lalu buat file post-receive di folder hooks:

cd /repos/heroicbit.git

nano hooks/post-receive

Masukkan kode berikut:

#!/bin/sh
git --work-tree=/var/www/heroicbit checkout -f main

Lalu set executable filenya:

sudo chmod +x hooks/post-receive


Done!

Next time kita mau deploy, kita tinggal jalankan perintah (dari folder project di komputer local):

git push production

Nantinya update file project kita akan otomatis terpasang di folder /var/www/heroicbit.


beanstalk Development heroicbit queue

Cara Pakai Beanstalk untuk Queue di Heroicbit

Silakan Ngomen

HeroicBit CMS sudah disetup untuk langsung pakai sistem queue menggunakan Beanstalk. Library PHP yang digunakan adalah Pheanstalk.


Persiapan

Pertama-tama install dulu beanstalk di OS. Kalau pakai Ubuntu tinggal install aja pakai command sudo apt-get install beanstalkd. Lalu jalankan servicenya dengan perintah ./beanstalkd -l 10.0.1.5 -p 11300. Perintah ini nantinya akan perlu kamu set sebagai service.


Kalau mau nyoba di Windows, tinggal download aja https://github.com/caidongyun/beanstalkd-win. Harus install dulu cygwin terminal lalu jalankan servicenya dengan perintah ./beanstalkd.exe -l 127.0.0.1 -p 11300


Lalu pasang aplikasi beanstalk admin ini https://github.com/ptrofimov/beanstalk_console pasang di localhost PHP biar bisa mantau queuenya beneran masuk atau engga.


Menjalankan Consumer

Command untuk consumer sudah dibuat di class application/cli/Queue.php. Untuk menjalankan consumer tinggal jalankan melalui terminal perintah php cli command queue/consume/email -d domain.name. Perintah ini nantinya akan perlu kamu daftarkan sebagai service menggunakan pm2.


email pada command di atas adalah contoh nama tube yang ingin dipantau queuenya. Kode worker untuk queue email disimpan di application/cli/queueWorker/EmailWorker.php. Kode worker lainnya bisa dilihat di folder application/cli/queueWorker/, begitu pula kalau ingin membuat worker baru, simpan disitu.


Untuk menambahkan job ke queue cukup menuliskan satu baris kode             App\libraries\Beanstalk::produce('email', $payload);


Contoh penulisan job bisa dicek di application/controllers/Test.php method produce().


---

Referensi penyusunan modul: https://jtreminio.com/blog/queues-working-smart-faster-in-parallel/

belajar Kewirausahaan Mikir Mindset Pendidikan Refleksi Tafakur

Kepatuhan Hadir Karena Adanya Pemahaman

Silakan Ngomen

Suatu hari saya mengikuti gathering BP di sebuah hotel di Bandung. Pematerinya adalah mas Adrian Maulana dan Mas Ade Rai. Yang akan saya bahas ini adalah diantara hal penting yang membangun mindset baru buat saya.


Sebagai muslim kita mampu taat untuk menjalankan kewajiban agama. Beberapa diantaranya bahkan kita sudah lakukan meskipun kita tidak sadar kalau agama pun memerintahkan hal tersebut.


Contohnya, kita rajin mendirikan sholat wajib 5 waktu. Kenapa kita mau dan rajin melakukannya? Karena kita tau pentingnya menjalankan hal tersebut, karena kita paham akibatnya kalau tidak menjalankan. Kita paham mengapa kita perlu mendirikan sholat, makanya kita berusaha keras untuk konsisten melakukannya. Orang yang masih belum konsisten mendirikan sholat artinya belum paham.


Contoh lain yang lebih sederhana. Kita mungkin pernah begadang saat ada pekerjaan yang menuntut diselesaikan malam itu. Padahal kita ngantuk, tapi kita terus berupaya menyelesaikannya. Kita melakukannya karena kita paham kalau tidak selesai, akan ada akibat yang cukup fatal yang kita dapatkan. 


Tapi ada juga orang yang begadang cuma buat sekedar scroll scroll medsos. Ga ada manfaat yang signifikan yang bisa didapatkan dari bersosmed tengah malam, tapi dia terus saja begitu meskipun terkantuk-kantuk. Dia artinya tidak paham kalau tidur itu lebih penting daripada begadang ga jelas. Andaikata dia paham, tentulah dia akan memaksakan diri tidur apalagi kalau sudah ngantuk ketimbang begadang.


Ada orang giat bekerja ngantor jam 9-5. Serajin itu dia pulang-pergi kerja karena dia paham kalau ga maksimal kerjanya, dia bisa dapat teguran dari bosnya, yang imbasnya ke terancamnya karir dia di kantor tersebut. Andaikata dia tidak paham akan hal itu dan masuk kerja seenaknya, tentulah dia akan cepat dipecat.


Hubungannya dengan kesehatan, Mas Ade Rai melajutkan pembahasan. Kalau kita bisa sedemikan patuh pada ajaran agama, kewajiban bekerja, dan sebagainya, mengapa tidak kita juga patuh untuk rajin berolahraga. Kebanyakan orang malas berolahraga karena dia tidak paham pentingnya olahraga. Dia hanya sekedar tau kalau olahraga itu penting, tapi dia tidak benar-benar paham bagaimana bisa hal itu penting untuk kesehatannya.


Maka di satu jam setengah sesi itu mas Ade Rai fokus membangun pemahaman kepada kami para audiens tentang pentingnya olahraga. Bahkan saya sendiri, dengan pemahaman baru yang beliau tanamkan, membuat saya dengan senang hati dan bersemangat untuk konsisten berolahraga. Dan itu adalah pengalaman yang luar biasa.


Mindset yang penting yang mengatakan bahwa Kepatuhan Hadir Karena Adanya Pemahaman dapat diterapkan di berbagai aspek. Dan itu bisa menjadi patokan hidup kita bahwa, apapun yang ingin kita lakukan dalam hidup secara konsisten dan senang hati, maka kita harus terlebih dahulu menemukan pemahaman akan hal tersebut.

It's Time for New Chapter

Silakan Ngomen

Sayonara Blogger. Sepertinya New Chapter gw akan tertulis di Medium. Ga kenapa-napa. Biar satu aja yang diurus, ga banyak-banyak hehe.. Sepertinya untuk saat ini Medium lebih relevan untuk dipakai. No hard feeling. Udah ada banyak kenangan dan catatanku kutulis di platform ini. Ia akan tetap disini, tak akan kupindahkan ke Medium atau tempat lainnya.


Banyak hal yang perlu kusesuaikan untuk menuliskan chapter baru. Chapter apa yang dimaksud? Itu akan kubahas di Medium. Kamu boleh kunjungi https://toharyan.medium.com/


Sampai ketemu di sana. Bye!

Family

Karena Doa Mama

Silakan Ngomen
Mama: Kalo mamah keluar kerja sekarang, uang pesangon mamah ga akan cair. Jadi mesti nunggu bulan depan resign-nya 
Toni: Mamah kejar apa lagi sih, kalo mamah keluar kerja sekarang pun Toni mampu buat gantiin gaji mamah! Ga perlu risau sama uang yang sedikit itu! 
Mama: Iya, Ni. Maafin mamah ya. Mamah mah kasian liat kamu punya nasib begini, ditinggal wafat istri dengan tiga anak. 
Toni: Ya udah makanya mamah keluar kerja aja. Udah waktunya resign. Tugas mamah main aja sama anak-anak 

Itulah sekilas percakapan kami di motor, malam hari ketika gerimis. Aku lupa kami habis dari mana. Aku lupa anak-anak lagi sama siapa. Yang pasti, itu beberapa hari setelah istriku meninggal. Berarti sekitar bulan desember, pekan ketiga atau keempat. Aku membonceng mamah. Air mataku masih berderai, tersamarkan dengan tetesan gerimis. Kucoba sekuat tenaga untuk tidak mengeluarkan suara isak atau getaran dada sedikitpun biar mamah ga usah tau kalo aku masih suka nangis. 

Sejak saat itu mamah akhirnya memutuskan untuk keluar kerja. Sudah 10 tahun beliau bekerja di sebuah pabrik garmen, sebagai tenaga keamanan. Sampai detik itu seingatku aku baru bisa kasih uang bulanan satu juta. Setelah istri wafat, hampir semua uang gaji bulanan kuberikan ke mamah. Karena Wildan dan Milki tinggal di rumah mamah, dan mamah sudah berhenti bekerja. Baru 2 bulan setelahnya gaji naik dan aku bisa kasih uang bulanan lebih besar dari nilai gaji mamah saat bekerja dulu. 

Sejak saat itu pula kulihat mamah semakin rajin baca alQuran dan shalat dhuha. Di akhir setiap sholatnya beliau berdoa cukup lama, sepertinya sangat khusyu, bahkan ketika Milki nangis manggil-manggil ambu (panggilan ke mamah buat anak-anak) pun mamah tetap tak bergeming, melanjutkan doa. Tangannya terangkat. Aku tak tahu doa apa yang beliau panjatkan. Tapi aku yakin ada namaku disana. 

Salah satu dorongan paling kuat untuk menikah lagi adalah karena aku yakin mamah sangat ingin melihat anak tunggalnya ini bahagia lagi dalam berumah tangga. Aku ingin membahagiakan mamah, dengan menikah lagi. Ketika sebagian orang mengatakan untuk membahagiakan dahulu anak-anak dan orang tua, justru aku berpikir diantara cara untuk membahagiakan mereka adalah dengan menghadirkan kembali sosok ibu bagi anak-anak, menantu bagi mamah. Sejak pemikiran itu muncul, aku akhirnya memutuskan untuk move-on dari dia-yang-in-syaa-Allah-sudah-tenang-bersama-Allah dan mulai melakukan pencarian.

Mamah pernah mendoakanku, supaya aku cepet dapet pengganti, yang lebih sholehah, yang bisa sayang sama anak-anak. Kukira setelah momen itulah aku mulai mendapatkan banyak jalan untuk bertemu dan dekat dengan seorang wanita. Sebenarnya aku sering bertemu dengan wanita ini, tapi cukup banyak lika-liku hingga akhirnya aku yakin untuk mendekatinya. Hingga detik aku menulis ini, aku semakin kenal dan semakin dekat dengannya, bahkan sudah berkunjung ke rumah keluarganya, aku yakin semua kemudahan itu tidak lepas dari doa mamahku. 

Jadi aku memutuskan menikah lagi demi mamah? Bagaimana dengan kebahagiaanku? Tentu saja, itu tidak perlu dimention. Aku sangat bahagia dengan perasaan yang Allah telah turunkan ke dalam hatiku, kepada wanita ini. Dan aku bersyukur mamah dapat menerima pilihanku, atau lebih tepatnya pilihan Allah untukku. Aku mengatakan kepada dia yang terpilih ini, kalau nanti setelah menikah aku harus tinggal bersama mamah. Kalaupun tidak serumah, minimal berdekatan dengan mamah. Aku satu-satunya anaknya yang bertanggung jawab atas hari tuanya. Alhamdulillah dia mampu menerimanya dengan baik. Itu satu hal yang sangat aku syukuri. 

Dua tahun lalu, saat lebaran, mamah pernah berbisik, kalau beliau ingin sekali berangkat umrah. Awal tahun 2020 kemarin aku sudah berhasil mengumpulkan uang untuk beliau berumrah, yang akhirnya habis juga dipakai usaha dan renov rumah dengan alasan Masjidil Haramnya juga ditutup karena pandemi. 

Aku tak tahu apakah Allah ingin aku menikah dahulu atau mengumrahkan mamah dulu. Keduanya sama-sama tidak ada daya bagiku, sedang Allah Maha Kaya. Sangat mudah bagi Allah mewujudkan keduanya sekaligus. Sekali lagi aku berpasrah atas skenario selanjutnya kepadaNya. Jadi kali ini, aku akan meminjam kekuatan doa mamah lagi, supaya aku disanggupkan untuk menikah secepatnya, dan juga mengumrahkan beliau secepatnya.

Semoga aku jadi anak yang dimampukan berbakti kepada mamah dan juga bapak, juga mamah dan bapak mertua. Oh ya, aku selalu menganggap setelah menikah aku jadi punya 4 ortu. Dan ketika nanti menikah lagi, aku akan jadi punya 6 ortu. Bagi sebagian kalangan, mertua adalah beban. Bagiku, itu adalah karunia.
belajar Daily Family Mikir

Progress Belajar Lagi Ilmu Nikah

Silakan Ngomen

Ditinggal Wafat Istri

Saat tulisan ini ditulis, sudah 8 bulan sejak kematian istri saya. Istri saya wafat pada tanggal 19 Desember 2019. Bulan-bulan awal adalah situasi yang sangat menyedihkan. Ga perlu dijelaskan bagaimana menyedihkannya karena memang sulit. Tapi satu hal yang selalu membuat saya merasa harus kuat adalah ingatan saya kepada Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, yang punya perjalanan hidup yang jauh lebih berat dibanding apa yang saya sedang alami. Saya ditinggal wafat istri saya, sedangkan Rasulullah ditinggal wafat istri pertamanya Khadijah radhiyallahu anha dan juga paman terkasihnya Abu Thalib, yang selama itu mengurus, mendukung dan melindungi beliau selama berdakwah di Makkah. Keduanya meninggalkan Rasulullah di tahun yang sama. Lebih jauh lagi beliau sudah ditinggal ibu dan ayahnya sejak lama, dittinggal kakeknya juga. Allah masih menyisakan untuk saya 3 orang anak yang lucu dan baik, juga masih punya orang tua yang lengkap. Sedangkan Rasulullah diuji dengan ditinggal wafat semua anak-anak laki-lakinya saat kondisi masih balita. Kalau aku harus larut dalam kesedihan, maka sesungguhnya Rasulullah-lah yang jauh lebih pantas untuk berlarut dalam kesedihan. Tapi beliau tampil di depan ummat dengan gerakan move on yang luar biasa. Tiadalah beliau dapat demikian kecuali karena bergantungnya hanya kepada Allah, sehingga Allah menguatkan dan meneguhkan hati beliau. Maka dari itu, sudah sepantasnya bagi saya untuk juga bergantung hanya kepada Allah, dan memohon kekuatan kepadaNya.

Itu adalah satu paragraf yang akhirnya bisa saya tulis dan saya ringkas tentang perjalanan move on saya setelah ditinggal istri. Awalnya ingin dibuat artikel khusus. Tapi saya lebih ingin larut dalam doa mendoakan istri saya daripada larut dalam dalam sedih dan ratapan. Maka titik ini adalah titik move on saya atas kondisi tersebut. Bismillah.

Belajar Lagi Ilmu Nikah

Kira-kira sejak bulan ke-3 setelah kematian istri, baru mulai terpikirkan untuk menikah lagi. Terutama setelah salah satu guru saya menasihatkan kepada saya untuk menikah lagi. Beliau berkata, bahwa Imam Ahmad bin Hanbal saja menikah lagi di hari ke-3 setelah ditinggal wafat istrinya. Saat itu saya bilang kalau saya tidak sesoleh Imam Ahmad. Beliau lalu menimpali dengan bilang, "Ya minimal amalan menikah laginya dicontoh" hehe..

Setelah itu saya mulai berpikir untuk menikah lagi. Tapi banyak pertimbangan, jauh lebih banyak ketimbang saat mau menikah dulu. Sekarang saya punya anak tiga. Ada banyak kekhawatiran apakah istri saya nanti akan dapat berinteraksi dengan baik dengan anak-anak saya. Belakangan hal ini tidak terlalu menjadi kerisauan karena setelah bulan ke-4 saya mulai terbiasa dengan kondisi anak-anak sekarang yang tanpa ibu. Wildan dan Milki tinggal bersama saya di rumah mamah dan mamah yang lebih banyak mengurus mereka terutama saat saya pergi bekerja. Kia anak ketiga saya tinggal bersama ibu mertua saya dan saya selalu menengok dia satu sampai dua kali seminggu (yang mestinya lebih sering karena jarak dari rumah mamah ga jauh, cuma beda dua desa saja). Artinya istri baru saya mestinya tidak akan terlalu diberatkan nantinya setelah kami menikah.

Namun kemudian ada pemikiran baru, apakah ada wanita yang mau menikah dengan duda anak tiga hahaha.. teman-teman saya menghibur dengan berkata bahwa usia saya masih relatif muda untuk menikah lagi. Harusnya untuk saya tidak sulit menemukan pasangan hidup baru. Oke, itu cukup menghibur hehe..

Dari situ akhirnya saya mulai belajar lagi ilmu nikah. Saya upgrade pemahaman saya. Saya banyak mendengar materi-materi nikah dari para asatidz di Youtube, diantaranya dari ustadz Nuzul Dzikri dan ustadz Felix Xiauw. Ternyata banyak persepsi baru yang selama ini saya tidak miliki. Banyak muncul juga penyesalan di dalam diri, kenapa dulu selama 10 tahun menikah dengan Rinei saya tidak begini dan begitu. Saya berusaha keras menerima diri saya yang sangat banyak kekurangan dan kesalahan selama 10 tahun menikah. Akhirnya saya bisa menerima itu sebagai hasil belajar dari pengalaman saya. Kedepannya seharusnya saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Gagasan tentang Taaruf

Saya berdiskusi dengan banyak kawan dan sahabat saya. Salah satunya N yang juga tetangga seberang rumah saya. Dia belum menikah. Usianya mungkin 1-2 tahun di bawah saya. Dia membawa konsep taaruf sebelum menikah. Taaruf yang dimaksud adalah berkenalan lebih dalam dengan calon pasangan, baik itu sudah pernah kenal ataupun belum. Untuk teman taaruf yang baru kenal, kita menggunakan media CV taaruf. CV ini mirip seperti CV yang biasa kita gunakan saat melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan. Isinya ada profil pribadi, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, plus beberapa tambahan seperti gambaran fisik pribadi, harapan gambaran calon pasangan, visi misi pernikahan dan gambaran setelah menikah. Tujuan CV ini untuk menjadi filter awal kecocokan dengan calon pasangan nanti. Jadi sebelum bertemu atau berkomunikasi langsung, akan ada pihak penengah (biasanya asatidz di sebuah lembaga atau komunitas) yang akan mencocokkan CV laki-laki dan perempuan. Harapannya supaya saat dihubungkan untuk proses taaruf dan berdiskusi bisa lebih cepat dan fokus ke pembahasan yang lebih dalam.

Awalnya saya berpendapat lebih baik menikah dengan orang yang sudah pernah kenal sebelumnya. Sehingga penyesuaiannya bisa lebih mudah. Tapi N mengatakan justru proses taaruf, plus dengan bantuan CV taaruf ini kita bisa kenal lebih dalam, jauh lebih dalam dibanding dengan orang yang kita anggap pernah kenal sebelumnya. Dari CV taaruf saja sudah tertuang hal-hal spesifik dan cukup mendalam tentang calon pasangan kita. Di tahap taaruf pun masing-masing pihak sudah dalam kondisi siap membuka diri memberi penjelasan tentang kondisi yang perlu diketahui oleh lawan bicara. Satu hal yang juga penting, proses ini mesti ditempuh dalam koridor aturan syari, seperti tidak boleh berkhalwat, harus ada pihak ketiga yang menemani. Hal ini nampaknya akan sulit diterima bagi penganut kenalan dengan berpacaran.

Belakangan saya tawarkan gagasan taaruf ini kepada salah seorang sahabat saya S yang juga belum menikah. Dia adalah teman seangkatan di pesantren. Dan dia termasuk yang sulit untuk menerima gagasan taaruf ini. Alasannya karena katanya beda circle. Orang-orang yang menjalani proses taaruf ini biasanya ada di lingkaran santri, anak-anak remaja hijrah dan kalangan soleh lain yang dia merasa dia tidak cukup soleh untuk menempuh proses ini. Selain itu, dia juga berpikir akan sulit untuk menemukan kecocokan hanya dari proses yang singkat seperti ini. Dia harus mengenal calon pasangan dengan mengobrol lebih dalam dan intensif sampai ketemu kecocokan atau ketidakcocokannya.

Satu hal yang saya garis bawahi dari penjelasan S adalah, bahwa pernikahan itu adalah ibadah yang lama, sehingga tidak baik bila tergesa-gesa dalam mengambil keputusan siapa yang akan menjadi pasangan kita nantinya. Lebih baik menunggu sedikit lebih lama daripada terburu-buru menikah tapi akhirnya tidak bahagia karena menikah dengan pasangan yang tidak pas. Pendapat ini saya aminkan, sehingga yang tadinya saya cukup bersemangat untuk menyegerakan menikah, akhirnya mulai lebih tenang untuk melakukan persiapan lebih matang lagi. Saya pun memutuskan untuk belajar lagi. Saya merasa masih ada kepingan puzzle yang belum lengkap untuk hal ini.

Update Belajar Ilmu Menikah

Di hari saya menulis tulisan ini, saya mengikuti materi seminar dengan tema nikah. Seminar pertama adalah event Kuliah Pra Nikah online yang diselenggarakan oleh @KUASkuad. Seminar yang pertama diselenggarakan di waktu siang setelah waktu sholat zuhur. Kuliah pranikah ini sudah saya mendaftar beberapa hari sebelumnya dan merupakan rangkaian materi selama 3 hari kedepan.

Kuliah Pra Nikah materi pertama diisi oleh ustadz Hendra Ubay dan ustadz Rifky Jafar Thalib. Bentuknya lebih ke talkshow menjawab pertanyaan-pertanyaan umum seputar pranikah. Event ini disiarkan via Instagram live. Ada beberapa poin penting yang saya garisbawahi dari materi ini yang paling berkesan buat saya.

Pertama terkait kriteria kecocokan dengan calon pasangan. Awalnya saya punya kesimpulan bahwa kita harus memilih pasangan yang cocok dengan diri kita. Kecocokan ini mesti dibahas dari banyak sudut pandang, mulai dari level pemahaman agama, latar belakang keluarga, tingkat ekonomi, kesehatan fisik dan psikis, sampai penampilan fisik. Saya melihat ada tantangan untuk menggali kecocokan seperti ini, bahwa butuh waktu yang entah berapa lama untuk taaruf sampai kita merasa cocok atau tidak cocok. Ketika sudah merasa cocok pun, akan ada kekhawatiran akan hal-hal yang tidak dapat kita gali dan ketahui. Terkait kekhawatiran ini terjawablah di dalam kuliah materi pertama ini.

Ada pertanyaan seperti ini: "Kalau tidak pacaran ga akan bisa kenalan". Jawaban dari ustadz Rifky seperti ini. Bahwa persepsi itu adalah syubhat yang hari ini tengah menjangkiti kaum muda kita. Islam adalah pedoman hidup yang lengkap. Untuk urusan sederhana seperti makan dan buang air saja ada aturan rincinya. Apalagi urusan ibadah besar seperti nikah, maka mestilah Allah memberikan sarana untuk menempuh itu. Konsep yang ditawarkan oleh Islam adalah taaruf, yakni bertanya kepada calon pasangan terkait banyak hal sebelum menikah. Melalui taaruf ini, tentu kita tidak akan tau semua hal. Statemen beliau yang menarik tentang hal ini adalah bahwa dibalik ketidaktahuan kita tentang perkara yang tidak dapat diketahui selama taaruf, itu tersimpan husnuzhan kita kepada Allah atas calon pasangan kita. Saat itulah kita diuji oleh Allah bagaimana kita mampu berprasangka baik kepada Allah, bahwa tidak mungkin pasangan kita jauh dari sifat kita. Wanita baik untuk laki-laki baik, dan sebaliknya, sebagaimana firman Allah terkait hal ini. Tambahan dari kesimpulan pribadi saya tentang hal ini, bahwa ketika kita menerima pasangan kita melalui proses yang baik dengan niat yang baik, maka disitulah letak kepasrahan kita kepada Allah, bahwa kita yakin Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita.

Ada satu lagi pertanyaan menarik di sessi ini. Bagaimana tanggapan atas penyataan "bila kita menjalani proses taaruf yang cuma sebentar ini, bagaimana mungkin pertemuan sebentar ini bisa cinta sama calon pasangan. Saya kan butuh cinta nikah ini. Bagaimana saya menikah dengan orang yang tidak saya cintai?" Ustadz Rifky menjawab begini, "Nikah itu landasannya bukan cinta. Menikah itu landasannya taqwa." Bukan berarti menikah itu tidak butuh cinta, tapi ketika menikah itu landasan pondasinya taqwa kepada Allah, maka cinta yang tumbuh nanti adalah cinta yang suci, bukan cinta dari syahwat.

Ustadz Rifky kemudian mengisahkan shahabat Abu Dzar al-Ghifari, sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam yang dipuji oleh Nabi sebagai shahabat yang mulia, berwibawa dan punya kedudukan di sisi manusia dan di sisi Rasulullah. Ketika Abu Dzar hendak menikah, beliau berkata pada teman-temannya "Saya mau menikah, tolong carikan untukku wanita yang mengerti agama". Itu adalah standar dari Abu Dzar, hanya satu, paham agama. Ga ngasih kriteria lain yang lebih spesifik seperti tampang, nasab dan status ekonomi. Kemudian salah seorang temannya, dengan niat bercanda berkata "saya punya budak perempuan, hitam, jelek, tapi paham agama". Candaan ini diseriusin sama Abu Dzar dengan menjawab "Saya mau". Teman-temannya kaget. Dan beneran menikah. Karena yang dicari oleh manusia sekelas Abu Dzar bukan cinta karena fisik. Belakangan teman-teman Abu Dzar datang lagi untuk mengetes Abu Dzar dengan berkata "Kamu ga mau menikah dengan wanita yang cantik?". Abu Dzar kemudian menjawab "Istriku ini, dia yang membangunkanku ketika aku tertidur, dan dia yang mengingatkan aku ketika aku lupa, dan dia yang menguatkanku ketika aku lemah. Kalau nanti kalian tau bagaimana indah wajah istriku ini ketika Allah masukkan ia ke dalam surga, maka kalian akan menyesal kenapa bukan kalian yang dulu menikahinya". Maa syaa Allah. Artinya, cinta itu sesuatu yang dimunculkan setelah pernikahan, bukan sebelum menikah. Boleh sih cinta sebelum menikah. Tapi jangan sampai karena belum tumbuh cinta sebelum menikah, membuat kita jadi mengurungkan niat untuk menikah.

Tambahan dari saya, bahwa kita perlu ingat salah satu nasihat dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam "Apabila seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian untuk meminang wanita kalian, maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian." Ini adalah nasihat untuk pihak wanita dan keluarga wanita. Kriteria utamanya sama, agama. Kita tetap tidak boleh menafikan juga nasihat lain dari Rasulullah supaya melihat dulu pasangan kita sebelum memutuskan untuk menerima atau melamar. Artinya faktor kecocokan dari sudut pandang yang lain selain agama juga sangat diperbolehkan bahkan dianjurkan mencari yang setara. Bila ada sedikit kejomplangan, maka perlu dibicarakan sejak awal.

Maka pemahaman baru saya tentang hal ini adalah, bahwa kriteria itu boleh ada dan spesifik, tapi tidak mesti terlalu saklek. Asal pemahaman dan pengamalan agamanya baik sebagai kriteria agama, dan sekiranya kita dapat menerimanya pada kriteria yang lain yang masih bisa dikompromikan, maka jangan sia-siakan. Setelah itu, garis bawahi hal ini, bertawakkal dan berprasangka baiklah kepada Allah, bahwa Allah akan selalu menolong dan membimbing kita karena kita menikah dengan niat ibadah dan dengan landasan taqwa. Ini adalah jawaban atas kekhawatiran saya yang sebelumnya tentang hal-hal yang tidak memungkinkan diketahui selama proses taaruf.

Terakhir terkait pembahasan ini, di dalam surat Maryam ayat 96, Allah berfirman "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." Di dalam ayat tersebut Allah menggunakan huruf sa pada kalimat sayaj'alu yang artinya "akan". Kata cinta atau kasih sayang yang digunakan pada ayat ini juga menggunakan kalimat wuddan, bukan hubban. Tafsirnya adalah, bahwa rasa cinta akan ditumbuhkan setelah manusia melalui proses pernikahan.

belajar belajar ngaji Daily keluarga kreatif menghapal alquran Pendidikan Projects

Template Pritable Ceklis Hafalan Juz Amma (Juz 30)

Silakan Ngomen
Di rumah sudah berjalan sekitar satu bulan, keluarga belajar membaca al-Quran. Alhamdulillah inisiatif datang dari para orang tua sendiri, uwa dan kakak. Mereka meminta saya untuk memandu belajar baca al-Quran. Terkait metode apa yang saya gunakan untuk mengajarkan membaca al-Quran in syaa Allah dibahas di artikel lain.

Artikel ini khusus saya buat untuk membagikan dokumen printable untuk ceklis hapalan surah dalam al-Quran juz 'Amma atau juz 30. Ini adalah program perdana yang saya buat untuk membuat variasi program belajar ngaji keluarga. Khusus jadwal hari sabtu malam digunakan untuk setor hapalan surat-surat pendek yakni surat yang ada di juz 30. Supaya mudah trackingnya, saya membuat dokumen spreadsheet sederhana untuk memantau perkembangan hapalan para peserta.

penampakan printable ceklis hapalan surat al-quran juz amma 30
Penampakan printable ceklis hapalan surat al-quran juz amma 30 setelah diprint.
Saya print 2 sheet per page biar irit

Sengaja ceklisnya saya buat per ayat dan bukan per surat. Untuk surat-surat super pendek mungkin bisa langsung diceklis satu surat. Tapi untuk progres selanjutnya saya ingin para peserta belajar dapat menambah hapalannya minimal 1 ayat tiap minggu. Agar progresnya hapalannya terasa dan terlihat, maka peserta dapat menceklis ayat yang baru dia hapalkan. Terlebih lagi karena sebagian peserta belajar di keluarga saya adalah orang tua yang mereka kadang sudah jatuh lesu duluan dengan dalih usia.

Barangkali ada diantara kamu yang juga memerlukan template ceklis serupa, kamu bisa unduh melalui tautan di bawah artikel ini. Ada versi PDF yang bisa langsung diprint. Atau bila kamu ingin memodifikasi templatenya, misalnya dibuat lebih warna-warni biar lebih menarik untuk anak-anak, kamu bisa unduh yang versi xlsx atau ods. Untuk saat ini baru saya buat untuk juz 30. Mudah-mudahan kedepannya saya sempat untuk bikin yang juz 29 dan seterusnya.

Semoga bermanfaat.

Drive file template dokumen printable ceklis hapalan surat juz Amma (juz 30): https://drive.google.com/open?id=1VMPLDVDwTx1pj--w5qjga-MH5KQffwrI
access point cmd command prompt hosted network sharing internet windows 7

Cara Cepat Setting Access Point untuk Sharing Internet di Komputer / Laptop Windows 7 Melalui Command Prompt

Silakan Ngomen
Judulnya saya buat spesifik karena sesuai dengan yang sedang saya pakai sekarang, yakni laptop dengan OS Windows 7. Biasanya pake aplikasi tambahan kayak Connectify. Tapi sebenernya bisa tanpa bantuan aplikasi lain juga, cukup jalankan via Command Prompt. Konon katanya kalo pake Windows 10 udah ga perlu setting-setting lagi, udah ada fitur buat share koneksi wifi. Saya nulis ini biar ga lupa aja sama tekniknya. Dapet diajarin Mas Arik.

  1. Pertama-tama nyalakan Command Prompt dengan akses administrator. You know caranya kan ya.
  2. Cek dulu apakah Wireless Cardnya support buat hosted network. Gunakan perintah berikut:
    netsh wlan show drivers
    Kalo support, mestinya nanti akan muncul opsi Hosted network supported dengan nilai Yes, seperti gambar berikut:
  3. Buat sebuah hosted network baru dengan perintah berikut:
    netsh wlan set hostednetwork mode=allow ssid=CodePolitan key=12345678
    ganti nilai ssid dan key sesuai dengan keinginanmu.
  4. Jalankan hosted network dengan perintah berikut:
    netsh wlan start hostednetwork
    Kalo berhasil mestinya di jendela Network and Sharing Center akan muncul jaringan baru, seperti pada gambar berikut:

  5. Terakhir jangan lupa untuk share sumber koneksi internetnya ke network baru kita.
    Buka network yang jadi sumber koneksi, misalnya wifi, lan atau modem, lalu buka jendela Propertiesnya. Klik tab Sharing, klik centang Allow other network users to connect through..dst. Pada dropdown, pilih network yang jadi access point yang udah kita bikin tadi.

  6. Kalo mau matiin jaringan access pointnya, tinggal panggil perintah berikut:
    netsh wlan stop hostednetwork
Demikian. Selamat menikmat sharing koneksinya
Daily Nonton Tafakur

Selalu Ada yang Harus Disyukuri Bahkan Ketika Terkena Musibah

4 comments

Judulnya kepanjangan. Judulnya itu sendiri adalah posting microblog. Sudaj cukup ngerti. Tapi ane pengen share pengalaman hari ini.

Ceritanya Codepolitan dapet dikasih tiket gratis buat nonton Star Wars The Force Awaken dari Dicoding. Dikasih 4 biji. Karena lokasi nontonnya di PVJ Bandung, maka kru yang di Bandunglah yang dapet jatah. Singkat cerita ane, Rinei my wife, Singgih dan Bagus yang berangkat.

Ini tiket bener-bener nikmat ga disangka2. Soalnya si Rinei pengen banget nonton, sedang dompet ane lagi kempes-kempesnya habis dipake belanja perlengkapan wisuda, seeehabis habisnya.

Beres jumatan langsunglah terbang ke PVJ, naek si Vario putih. Ntu Vario ban depannya udah sobek hampir seperempat lingkar ban sejak dua-tiga hari kebelakang. Jeroannya aja ampe hampir nyembul keluar. Ini mah tinggal nunggu waktu dan momen yang pas aja ampe si ban ini bocor atau meletus.

Kami berangkat dari kampus UPI ke PVJ sekitar setengah jam sebelum jadwal tayang. Stang motor udah makin kentara aja goyang-goyangnya karena sobekan ban depan tadi bikin bannya jadi benjol. Di pikiran ane kebayangnya gawat juga kalo ampe meletus atau paling tidak bocor pada saat itu. It can ruin this happy moment. Bisa bikin bete dan ketinggalan cerita. Niat bikin seneng si Rinei bisa gagal total. Ane inget saat itu ane berdoa dalam hati, mudah-mudahan ga bocor. Kalopun taqdirnya emang mesti bocor hari ini, rada didelay lah Boss paling tidak setelah beres nonton, jangan sekarang.

Alhamdulillah nyampe PVJ dengan selamat, bisa menikmati movie dengan sangat puasss. Rame lah, terutama karena udah ngikutin beberapa episode terdahulunya, jadi rada ngerti dan nyambung.

Pulangnya ampe padalarang malem2. Laa la la, masih kebayang itu efek2 filmnya yang keren bingits. Di jalan tiba-tiba ane sadar, kok ini motor udah ga goyang yah, apa benjolnya udah sembuh, atau justru sobeknya lebih merata jadi ga goyang lagi. Ane minggir dan cek bannya dan ternyata udah kempes. Ini ban masih bagus sebenernya, makanya ga terlalu kerasa pas lagi bocor. Cuma karena sobek aja.

Si rinei udah mulai keliatan bete hahaha. Udah mau nyampe rumah, cuma sekitar 2 kiloan lagi. Tapi apa daya, akhirnya belok dulu lah ke tukang tambal ban. Dari situ ane sadar. Ane ngerasa doa tadi siang itu diijabah. Boleh jadi emang taqdirnya ini ban bocor malem-malem. Tapi boleh jadi juga mestinya bocor siang tadi, tapi Allah delay karena ane berdoa minta delay. Who knows. Malem itu ane bersyukur banget. Meskipun si Rinei agak bete kayaknya, yang juga karena ane pinjem uang ke dia buat tambal dan ganti itu ban luarnya. Tapi rasanya itu masih mending daripada kalo bocornya siang tadi.

Overall, meskipun saat bocor ban itu adalah musibah, bukan berarti kebetean membuat ane jadi lupa bersyukur atas nikmat yang udah dikasih yang jauh lebih banyak dibanding musibah kecil ini. Pemikiran semacam itulah yang selalu ane coba terapkan kalo nemuin kasus serupa. Semata biar ga ada nikmat yang dilupakan.

Ane ngerasa lebih seneng lagi terutama karena momen tersebut terjadi oleh sebab ane berdoa dan doanya nyambung sama kejadian. Rasanya seperti diijabah doa. Dan mudah-mudahan ini adalah tanda ijabah doa. Ketika kita berdoa dan doa kita tidak kunjung diijabah, ada beberapa kemungkinan. Dan kemungkinan terburuk adalah karena ada pada diri kita hal-hal yang membuat doa kita tertahan untuk diijabah. So ketika kita menyadari ada doa kita ada yang diijabah, itu adalah seperti sebuah konfirmasi bahwa "tidak ada pada dirimu sesuatu yang membuat tertahannya sebuah doa untuk diijabah". Mudah2an ya Allaah.

arduino attiny85 Development digispark

Mengaktifkan Pin P5 pada Digispark

Silakan Ngomen
Adakah diantara Kamu yang udah nyoba Digispark? Digispark adalah papan hardware yang dapat diprogram yang menggunakan ATTiny85 sebagai chip kontrollernya. Digispark pertama kali dibuat oleh Erik Kettenburg dari Digistump melalui sebuah proyek KickStarter. Digispark memungkinkan kita untuk memprogram ATTiny85 dengan lebih mudah, langsung diprogram melalui kabel USB tanpa mesti menggunakan perangkat ISP.

Digispark menyediakan 6 buah pin I/O (input-output). Sebenernya dari ATTiny85-nya sendiri itu dia cuma punya 5 pin I/O, sisanya adalah pin VCC, Ground dan Reset. Digispark mengubah pin Reset menjadi pin yang bisa digunakan untuk I/O, yakni pin P5. Meski demikian mungkin ada diantara kamu yang menemukan ketika pin P5 dihubungkan, board Digispark malah mereset dan menjalankan ulang program. Itu terjadi karena pin P5 sebagai pin Reset tidak atau belum difungsikan sebagai pin I/O. Biasanya itu terjadi pada board digispark clone atau buatan sendiri.

Untuk dapat memfungsikan pin reset menjadi pin I/O, kita harus mengatur terlebih dahulu fuse untuk ATTiny85. Adapun praktisnya kita akan menggunakan AVRDUDE untuk mengeset fuse pada ATTiny85. Instal terlebih dahulu AVR di komputermu. Ikuti langkah-langkahnya di halaman ini.

Setelah avrdude terinstall, hubungkan Arduino Uno (saya pake Arduino Uno sebagai ISP) dengan Digispark dengan skema pin berikut:

UnoDigispark
10P5
11P0
12P1
13P2

Setelah terhubung, aktifkan Arduino Uno sebagai ISP terlebih dahulu. Hubungkan Arduino Uno ke komputer lalu buka Arduino IDE. Pada Arduino IDE, Pilih menu Tools > Board lalu pilih Arduino UNO. Lalu pilih menu File > Examples dan pilih ArduinoISP. Akan muncul jendela Arduino IDE baru berisi program untuk menjadikan Arduino Uno sebagai ISP. Klik tombol upload program.

Setelah upload program ISP ke Arduino Uno berhasil itu berarti Arduino Uno sudah dapat difungsikan sebagai ISP. Sekarang buka terminal dan ketikkan perintah berikut:

avrdude -c avrisp -p t85 -P /dev/ttyACM1 -b 19200

Perintah tersebut berfungsi untuk mendeteksi koneksi ke ATTiny85 melalui ISP. -c avrisp berarti kita menggunakan programmer avrisp untuk memprogram mikrokontroller. -p t85 berarti kita mentargetkan ATTiny85 untuk diprogram. -P /dev/ttyACM1 adalah set port yang terhubung dengan Arduino Uno. Kalo di Ubuntu biasanya portnya /dev/ttyACM0 atau /dev/ttyACM1 dan sebagainya. Kalo di Windows biasanya port diberi nama COM1, COM2 dan sebagainya. Cek terlebih dahulu port mana yang digunakan oleh Arduino Uno untuk terhubung ke komputer. Terakhir adalah -b 19200 yang berarti kita mengeset baudrate ke 19200. Jalankan program. Bila muncul pesan:

avrdude: safemode: Fuses OK (E:FE, H:DD, L:E1)
avrdude done.  Thank you.

tanpa pesan error lain, berarti ATTiny85 pada Digispark berhasil diakses.

Setelah itu kita akan mengubah setting fuse pada ATTiny85 agar pin Reset dapat difungsikan sebagai pin I/O. Jalankan perintah berikut pada terminal:

avrdude -c avrisp -p t85 -P /dev/ttyACM1 -b 19200 -U lfuse:w:0xF1:m -U hfuse:w:0x5F:m -U efuse:w:0xFE:m

Apabila berhasil, avrdude akan menampilkan pesan proses dan diakhiri pesan seperti ini:

avrdude: safemode: Fuses OK (E:FE, H:5F, L:F1)
avrdude done.  Thank you.

Kita lihat bahwa settingan Fuse sudah berubah dari (E:FE, H:DD, L:E1) ke (E:FE, H:5F, L:F1).

Sekarang kalo kamu menjalankan lagi perintah untuk mendeteksi ATTiny85 seperti perintah pertama diatas, maka ATTiny85 sudah tidak dapat dideteksi. Kenapa? Karena pin P5 yakni pin Reset pada ATTiny85 sudah tidak lagi menjadi pin Reset, ISP memerlukan pin Reset untuk dapat terhubung. Tapi sekarang Kamu cobalah pin P5 mestinya sudah bisa difungsikan sebagai input/output. :)

dosen mahasiswa Mikir my two cents pendapat

Four Types of Lecturer

Silakan Ngomen
Talking about college student, we are also talking about lecturer. After 6+ years of my college experience (ahem, and I'm still a college student*), I saw an interesting pattern about lecturers (I may applied to teaches in general too, I guess). The pattern is about how the lecturer interacted with the students, within and outside the formal class. If you have been a (college) student, you must have met a boring killer lecturer. You once said, "Man, I hate math class with Prof. A. You know I always fall asleep on his class." or "God, how can I be calm on studying while Prof. B yells every five minutes.". Sometimes we critisise the way they lecture us. And on the other time we blame them for our failure. And sometimes, we hate certain subject not because we don't like it, but because the lecturer. It's because “his way of teaching was wrong". Right?

Unfortunately, if we keep thinking that way, we would never learn neither be successful. As we grow up, we realise that cursing the lecturer won't make us any better. No matter how angry we are to them, no matter how hate we are to them, we can’t change that with cursing. If you are a college student, remember that you can't be cry baby like a highschoolers. You have to survive and you have responsibility upon yourself.

From that starting point, I think we should change our perspective about our lecturer. You know, when we're highschoolers, we were thinking about teacher as "a parents as school who have a deep knowledge about everything and we can't learn and pass the test without them", now we should start to see lecturer as a friend on learning, a friend we respect. I always think them as a respected friends even though they are far older than me. That way, I found learning is easier more enjoyable.

But in fact, we can't befriend every lecturer. This is the point of this post (sorry for the long epilogue). There are lecturers who are so close to his students and the other make distant from their students. There are lecturers who are so so so kind-hearted and even easy to give a grade, but the other are killer ones. Something interesting I found is that not every killer lecturers in class are bad. Here I made a clear explanation about it (according to my investigation and "research", by the way). I'm pretty sure you'll agree. And also I added a mighty awesome quadrants to ease things.


Type 1 : No Fun at Class and Outside
It seems that the lecturers always have a busy life. Maybe he has so many activities that he have no time to interact with his students outside the class. Even more, it seems class is not in flow. Other reason is.. maybe it's just who he is (a social awkward?).

Type 2 : No Fun at Class, But Fun Outside
Admit it, you have met one. He is so killer in class, making it so intense. Or he is too boring and you often fall asleep in his classes. But once you met him outside, you can easily hold a fun conversation, good discussion, and even exchange latest PC games. :D

Type 3 : Fun at Class, But No Fun Outside
This type is a little bit confusing. His teaching method and style is perfect. He is funny and we expect to engage more with him outside, but when we approach him.. Surprise! He’s so much different. He is cold and seemed to limit his interactions with student. Everything is just awkward. Personally, I chose to avoid meeting this lecturer and take another road. Hahaha..

Type 4 : Fun Both at Class and Outside
Whoaaa.. this type is awesome. Having discussion with him is always enjoyable. He takes teaching and lecturing his student in to the next level, because education need to happen not only inside the class. He’s aware about his profession (and maybe because it’s his trait, easy going). It doesn’t mean that other type is not professional or dedicated. We just can say that this type is such an ideal lecturer ;)

In conclusion, I must said that it’s not important which type of lecturer we are facing, the future is in our hands. Just because the lecturer is not an easy going on (a.k.a. type 1 or 3), it doesn’t mean you have a reason to give up on learning. Remember that he has a potential to be always like that, and if we didn’t change ourselves, we are doomed! However, as a student we still have to respect them. If you feel the lecturer is mean or anything, just remember that every human has a mistake, why not a lecturer? That's my two cents. :)

So, if you are about to be a teacher or lecturer, which type will you fall on?? :D

Maybe you can post your story too? Hendri, Zia, Raksa

* Yeeees I'm still a college student after 6+ years. I accept it as my fate hahaha.. Fortunately, it's not a dead-6-year because I got many opportunities to learn something outside college within that time range. It's not a good example of course. But since it happens to me, I positively face it and be grateful of it. Because each person has their own life and problematic. I will graduate soon, so, Life, I'm ready. Bismillah :D

This post is my entry for 'My College Diary' contest held by travel blog My Yatra Diary in collaboration with Collegedunia.com
Daily kuliah Menulis Mikir Pendidikan Refleksi

4 Tipe Dosen

2 comments
Sudah 6 tahun hidup di kampus. Kalo ditambah cuti berarti udah 7 tahun. Fiuhh.. Ada banyak pengalaman yang bisa saya nikmati, yang kalo kata dosen saya, ada pengalaman dan manfaat yang lebih gede lagi kalo udah lulus. Fiuhh.. Anyway, saya menikmatinya. Saya melihat ini sebagai bagian dari jalan hidup saya, dengan sekelumit problematika dan pengalaman yang belum tentu dialami juga oleh orang lain. Kita bisa saja bilang, orang lain yang sudah lulus duluan tentunya punya pengalaman yang mungkin lebih wow. Ya, who knows kan? So, kalo orang lain bisa bersyukur dengan hidupnya, kenapa saya tidak? :)

Bicara mahasiswa, berarti erat kaitannya dengan dosen, orang yang mengajar mahasiswa. Setelah sekian lama kuliah, saya melihat ada beberapa pola menarik dari dosen secara khusus, atau pengajar pada umumnya. Pola yang saya maksud adalah tentang bagaimana dosen berinteraksi dengan mahasiswa, di dalam dan di luar kelas. Kalo Kamu pernah jadi mahasiswa, atau minimalnya siswa, Kamu pasti akan selalu bertemu dengan yang namanya dosen. Pasti lah. Inget ga dulu waktu SMP atau SMA, Kamu atau temen Kamu pernah bilang hal semacam ini: "Ah gue ga mudeng belajar matematika sama si Pak Anu, bawaannya ngantuk", atau "Yaelah, gimana bisa tenang belajar, si Ibu Anu itu dikit-dikit bentak, yang ada malah tegang". Kita terkadang atau seringkali mengomentari sikap dan cara guru kita mengajar, dan adakalanya juga menyalahkan guru kita atas kegagalan kita dalam belajar. Kita mungkin pernah berpikir, kita jadi tidak suka suatu mata pelajaran gara-gara gurunya begini begitu. Betul apa benar?

Sayangnya kalo kita terus-terusan kayak gitu, artinya menyalahkan guru atas kegagalan belajar kita, selamanya kita tidak akan pernah sukses. Saya yakin seyakin-yakinnya. Tapi saya juga yakin, semakin dewasa kita, kita akan sadar bahwa bagaimanapun kita menyalahkan dan mengutuk seorang guru, itu tidak akan pernah membuat kita lebih sukses. Guru akan tetap dengan kehidupannya, dan kita pun akan tetap dengan kegagalan hahaha.

Kalo udah jadi mahasiswa, kita udah ga bisa lagi ngerengek nyalahin guru kayak waktu dulu sekolah. Ga peduli kayak gimana dosen Kamu mengajar, Kamu mesti bisa survive dan tuntas belajarnya. Kalo kita kerjaanya cuma nyalahin dosen, sekencang apapun Kita berteriak mengutuk dosen yang ngajarnya ga becus, ingatlah dosen itu akan tetap dengan kehidupannya, dan Kita sampai kapanpun ga akan pernah lulus. Kita ga akan bisa mengubah orang lain. Kita hanya punya kendali pada diri kita sendiri. Kalo kasarnya sih, 'yang mau lulus itu siapa, elu apa dosen?'

Bertolak dari hal itu, mestinya kita mulai beralih sudut pandang kita terhadap pengajar. Kalo dulu waktu sekolah, kita mungkin memandang guru sebagai orang tua yang ada di sekolah yang punya banyak ilmu yang tanpanya kita ga akan bisa belajar dan lulus sekolah. Kalo di perkuliahan, saya lebih suka memandang dosen sebagai teman dalam belajar, teman yang harus kita hormati dan serap ilmunya. Setua apapun dosen, saya lebih suka menempatkan mereka sebagai teman, mungkin teman yang lebih tua. Tentu saja saya tetap memandang mereka juga sebagai guru yang harus dihormati dan didoakan oleh sebab ilmu yang mereka ajarkan. Dengan cara memandang seperti itu, saya bisa belajar lebih nyaman dan menyenangkan.

Namun, nyatanya saya sadari tidak semua dosen bisa dijadiin teman. Ada dosen yang gaul sama mahasiswa, ada juga yang menutup diri dan menjaga jarak. Ada yang baik banget sampe-sampe gampang banget ngasih nilai, ada juga yang killer. Tapi yang lebih menarik lagi dari itu, yang saya garis bawahi di awal tulisan. Ternyata tidak semua dosen yang menyenangkan itu selamanya menyenangkan, dan ga semua dosen yang killer itu selamanya killer. Kalo saya buat batasan yang jelas, saya yakin Kamu juga pasti bisa mengamati hal tersebut. Batasan yang saya maksud adalah bagaimana cara mereka berinteraksi dengan mahasiswa, di luar dan di dalam kelas. Biar gampang, saya gambarkan ke dalam bentuk tabel kebenaran, dengan parameter A = asyik di dalam kelas dan B = asyik di luar kelas.

|-------------|
|   A  |   B  |
|-------------|
|   0  |   0  | tipe 1
|   0  |   1  | tipe 2
|   1  |   0  | tipe 3
|   1  |   1  | tipe 4
|-------------|

Ngerti ga? Kalo Kamu pernah belajar logika matematika atau logika informatika mestinya bisa ngerti. Atau gimana kalo saya gambarin dalam bentuk kuadran, seperti di bawah ini:

|-----------------------------------------------|
|                 |  ga asyik di  |   asyik di  |
|                 |  luar kelas   |  luar kelas |
|-----------------------------------------------|
|                 |               |             |
|   ga asyik di   |       1       |      2      |
|  dalam kelas    |               |             |
|                 |               |             |
|-----------------------------------------------|
|                 |               |             |
|    asyik di     |       3       |      4      |
|   dalam kelas   |               |             |
|                 |               |             |
|-----------------------------------------------|

Tipe 1 : Ga Asyik di Dalam Maupun di Luar Kelas

Kayaknya dosen begini sibuk sama urusannya sendiri. Mungkin dia punya banyak kesulitan dalam hidupnya yang membuatnya jangankan berinteraksi dengan mahasiswa di luar kelas, untuk fokus dan totalitas mengajar di dalam kelas pun udah kewalahan. Kalo tidak begitu, mungkin memang bawaan sifatnya seperti itu.

Tipe 2 : Ga asyik di Dalam Kelas tapi Asyik di Luar Kelas

Pasti pernah nemuin kan dosen kayak gini. Dia killer pas ngajar, atau mungkin bikin ngantuk karena ngajarnya pake metode khutbah jumat, atau alasan lain yang bikin kita ga asyik belajar di kelas, tapi kalo di luar kelas enak diajak ngobrol dan diskusi, bahkan ketawa-ketawa dan share game PC terbaru? :D

Tipe 3 : Asyik di Dalam Kelas, Tapi ga Asyik di Luar Kelas

Pernah ga nemuin dosen yang ngajarnya keren, suasana kelas terbangun, mahasiswa semarak menyambut celotehan dosen yang lucu dan cerdas, tapi kalo ketemu di luar kelas sikapnya dingin, kayak yang tidak mau berinteraksi dengan mahasiswa atau berinteraksi seadanya? Saya pribadi kalo ketemu dosen kayak gini saya lebih memilih menghindar dan ambil jalan memutar hahaha~

Tipe 4 : Asyik di Dalam dan di Luar Kelas

Whoaaa.. ini dosen keren abis. Dia mendedikasikan hidupnya muntuk mengajar dan mendidik mahasiswanya, karena sejatinya pendidikan tidak cukup hanya terjadi di dalam kelas saja. Dia dosen yang sadar betul akan profesinya. Dan mungkin juga karena memang bawaan sifatnya seperti itu. Bukan berarti dosen yang engga masuk kuadran 4 ini ga profesional atau ga berdedikasi. Cuma yang pasti tipe 4 inilah yang menjadi dambaan para mahasiswa ahay..

Sekali lagi saya katakan, terlepas oleh dosen bertipe berapapun kita diajar, kesuksesan perkuliahan ada di tangan kita sendiri sebagai mahasiswa. Jangan gara-gara dosennya ga asyik lantas kita jadi reaktif dan enggan kuliah. Kalo sampe kayak gitu, ingatlah, dosen itu akan tetap dengan kehidupannya, dan kita akan tetap dalam kerugian. Bagaimanapun dosen kita, kita sebagai pembelajar tetap punya kewajiban untuk menghormati ilmu dan ulama yang dalam hal ini dosen, kalo pengen belajarnya sukses dan barokah. Urusan sifat dosen yang buruk, bukankah setiap manusia tidak luput dari kesalahan?

Sebenernya pengen bahas juga bagaimana sifat mahasiswa dari kacamata dosen. Jangan salah, kalo kita sebagai mahasiswa kerap kali merasa terzhalimi oleh dosen, dosen juga katanya tidak jarang terzhalimi oleh mahasiswa, sering di-PHP-in lah, mahasiswa nyontek lah, dan sebagainya. Sayangnya saya tidak dalam kapasitas sebagai dosen atau pengajar. Mungkin suatu saat kalo ada kesempatan.

So, kalo Kamu jadi dosen atau guru nanti, mau jadi tipe berapa?? :D
Bisnis Development Impression mumble

Startup is not about popularity, it is about a business.

Silakan Ngomen
Daily Refleksi Tafakur

Putar, dan Rasakan

Silakan Ngomen
Judulnya engga banget hahaha.. Asbabun nuzulnya ialah, ketika barusan, yaitu malam hari sekitar jam sepuluh, saya merendam handuk kecil yang saya pakai ngelap ingus waktu flu minggu lalu. Itu handuk saya cuci buat nantinya saya pake ngompres istri saya yang lagi demam. Saya cuci dulu supaya ketika dipakai ngompres, tidak ada ingus kering yang jadi basah dan licin kembali lalu menempel di jidat istri saya. Meskipun dia tidak akan tau, tapi tidak tega rasanya kalo harus liat ada ingus nempel di jidatnya.

Bersambung ke asbabun nuzul judul. Saat hendak nyuci handuk kecil itu, warnanya oranye. Ketika mulai dicuci pun tetap oranye. Karena khawatir ingusnya tidak luntur, maka saya ingin tambahkan detergen. Detergennya ada di dalam toples plastik. Saya buka tutup toples itu. Lumayan susah. Saya coba lebih kuat lagi. Masih susah. Kok rasanya makin keras saya putar, makin susah dibuka yah. Saya lalu cuci dulu tangan saya. Maksudnya biar engga licin karena ada butiran detergen yang udah nempel di tangan saya.

Percobaan kedua saya buka lagi tutup toples itu dan, wow, mudah sekali. Saya lihat ke ember air, dan bertanya-tanya, apakah barusan saya baru saja mencuci tangan dengan air ajaib. Saya tutup lagi toples itu. Saya buka dengan keras dan sulit sekali terbuka. Saya kendorkan tenaga, dan, Wow.. mudah sekali terbukanya. Saya yakin, Kamu pun pasti pernah mengalaminya.

Seketika itu saya langsung teringat adegan film, entah film apa, yang mana adegannya ada orang tua yang kesulitan melepaskan tutup toples. Lalu di tengah keseriusannya membuka tutup toples itu, datang anak kecil meminta toples itu dan ia pun membukanya, dengan mudah. Orang tua itu terheran-heran sambil mengerungkan dahinya. Rasanya sulit dipercaya. Apakah itu cerita si Superman saat masih kecil? Entahlah, tapi mungkin itu adalah wow seperti wow yang saya lontarkan di awal tadi. Mungkin terlihat lucu, tapi itu sangat mungkin. You know lah, leher toples kejepit, gaya gesekan membesar, dan sebagainya dan sebagainya.

Hikmah yang bisa saya tangkap di malam yang panas ini, salah satunya adalah, seringkali kita bersikeras mencapai sesuatu tapi pada akhirnya kita kelelahan dan kecewa. Tapi ada kalanya kita memasrahkan sesuatu dan tiba-tiba sesuatu itu malah datang menghampiri. Yaa, dan sebagainya lah. Kalo Kamu, kira-kira hikmah apa yang kepikiran??
Daily Mikir Refleksi Tafakur

Bukan "Karena Cinta"-nya, tapi "Karena Allah"-nya

Silakan Ngomen
“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” [HR Bukhari]
Sudahkah kita bersahabat dan bersaudara karena Allah? Lalu sudahkah kita mencintai seseorang, siapapun itu, karena Allah? Pernahkah kau mengatakan, atau terbesit dalam hati untuk mengatakan, kepada seseorang dari lawan jenismu, "aku mencintaimu karena Allah"? Kalo pernah, cobalah cek, mampukah kau merelakan orang yang kau cintai itu untuk saudaramu "karena Allah"? Wow, mungkin itu sesuatu yang berat, atau sangat berat. Tapi, sesungguhnya yang utama itu bukan 'cinta'-nya, tapi 'karena Allah'-nya.

Mari kita simak sepenggal kisah indah, antara Salman al-Farisi dan Abu Darda`, dua orang shahabat Nabi SAW. Salman berasal dari Persia, ikut rombongan hijrah Nabi ke Madinah. Setelah tiba di Madinah, Nabi SAW. kemudian mempersaudarakan para shahabat yang ikut hijrah, kita sebut Muhajirin, dengan shahabat dari Madinah yang menerima kedatangan para Muhajirin, yang kita sebut dengan shahabat Anshar. Salahsatu yang dipersaudarakan adalah Salman dan Abu Darda`.

Suatu waktu, Salman menyukai seorang wanita shalihah dari kaum Anshar. Sudah bulat tekadnya untuk meminangnya. Namun walau bagaimanapun Madinah masih terasa asing olehnya. Madinah bukan tempat ia dilahirkan dan tumbuh dewasa. Madinah punya bahasa dan adat kebiasaan yang belum terlalu dikenalnya. Harus ada orang yang akrab dengan adat Madinah untuk membantunya sebagai juru bicara saat khitbah. Maka disampaikanlah niatan hatinya kepada saudaranya, Abu Darda.

”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, Abu Darda’ senang mendengarnya. Keduanya tersenyum bahagia dan berpelukan. Mereka menyiapkan segala sesuatunya untuk mengkhitbah wanita shalihah yang menjadi tujuan hati Salman. Setelah persiapan dirasa cukup, mereka pun pergi ke rumah wanita itu.

”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abu Darda’ berbicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.”

Abu Darda dan Salman menunggu dengan berdebar-debar. Hingga sang ibu muncul kembali setelah berbincang-bincang dengan puterinya.

”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Keterusterangan yang disampaikan sang ibu di luar dugaan kedua shahabat itu. Tapi apa reaksi Salman?

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”

Wow. Coba Kamu bayangkan, bagaimana kalo kita ada pada posisi Abu Darda`. Kalo saya pasti kikuk dan ga enak lah sama saudara saya sendiri. Ini benar-benar diluar dugaan. Yang dalam dugaan kan paling cuma dua jawabannya, menerima atau menolak. Tapi ini ada opsi lain. Menolak dan akan menerima kalo Abu Darda` yang melamarnya. Kalo di versi sinetron mungkin akan sangat lebay pisan.

Hey, coba bayangkan juga kalo kita ada di posisi Salman. Ditembak sama jawaban begitu oleh ibu sang wanita, kita harus mampu memberi respon yang tepat, atau lebih tepatnya, mengkondisikan hati untuk merespon jawaban tersebut. Saya bisa saja menjawab "ya sudah sama Kamu saja Bro", tapi apakah hati saya juga mampu mengatakan hal yang sama?

Hmmm.. Salman, sekalipun bukan saudara kandung, melainkan dipersaudarakan oleh Nabi, persaudaraan yang jauh lebih erat dari persaudaraan apapun, dengan senang hati merelakan apa yang dicintainya untuk saudaranya. Di satu sisi memang punya hak apa Salman melarang Abu Darda` untuk lantas meminang wanita tersebut. Tapi di luar hal tersebut, Salman punya kerelaan hati, yang saya yakin tidak akan pernah dimiliki oleh Salman kalo dia tidak mencintai karena Allah.

Bila Kamu dihadapkan oleh situasi yang serupa, apakah Kamu akan mempertahankan egomu untuk mencintai sang wanita meskipun cinta itu tidak akan pernah terbalas, yang mungkin akan berujung pada keretakan persaudaraanmu? Bisa saja kan endingnya, saudaramu mengalah dan kalian pulang dengan tangan hampa. Kamu tau saudaramu juga pasti ga enak hati dong, apalagi liat respon kamu kayak gitu. Tapi, terlepas dari saudaramu itu suka atau tidak sama wanita tadi, terlepas dari saudaramu akan melamar atau tidak wanita tadi, mampukah Kamu merelakan rasa cintamu untuk kemudian diberikan kepada saudaramu? That's the question. :)

Tambahan. Sekedar motivasi. Allah memberi jaminan perlindungan kepada 7 golongan orang di akhirat nanti. Salahsatunya adalah dua orang yang mencintai karena Allah, bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah. Kalo Kamu mencintai seseorang, pastikan cintamu karena Allah. Bagaimana caranya mencintai karena Allah? Yaa, saya kira jawaban yang baru saja saya temukan, yang paling tepat hingga saat ini buat saya adalah, "bukan 'karena cinta'-nya, tapi 'karena Allah'-nya. Mampukah faktor 'karena Allah' itu tetap ada ketika cinta dan orang yang dicintai kandas?"


---
rujukan: http://blog.al-habib.info/id/2012/03/kisah-cinta-dan-kebesaran-hati-salman-al-farisi.html
Codeigniter Development Repositori

CMS tanpa Database Server

Silakan Ngomen
Seminggu terakhir di akhir bulan Ramadhan, saya bersama Oriza salahsatu kru Nyankod, awalnya berencana membuat koleksi data statis yang nantinya bisa diakses dari internet. Koleksi data yang dimaksud itu seperti daftar provinsi Indonesia, daftar mata uang dunia, tarif jasa ekspedisi dan lain sebagainya. Kadangkala kita perlu data semacam itu di dalam aplikasi kita. Tapi setiap kali perlu ternyata mesti nyari lagi datanya. Nah pengennya, ketika perlu, tinggal cari aja di aplikasi, kalo ada tinggal tarik aja pake API gitu.

Ternyata, dari ide itu malah menjalar ke ide lain. Ketika mulai ngembangin, pake framework CodeIgniter, awalnya saya pasang static CMS berbasis file Fizl buat dokumentasi. Dari situ ternyata saya malah fokus mikirin penulisan dokumentasinya. Saya rombak sana sini itu sistem Fizl. Dan hampir 80% rewrite (karena memang sedikit file sistem Fizlnya). Akhirnya saya pisahkan itu sistem CMS dan menambahkan fitur blog di dalamnya.

Saya suka sistem ini karena dengan ini saya bisa bikin web dan mempublikasikan konten dengan cepat dan mudah, tanpa perlu buka browser. Tinggal bikin file, tulis konten, upload. Beres, konten pun sudah langsung tampil di webnya. Ga perlu instalasi database karena ga pake database server seperti MySQL dan PostgreSQL.

Saya memutuskan untuk membuat CMS ini sebagai produk yang berdiri sendiri, di bawah nama Nyankod. Saya kemudian bertanya di forum internal Nyankod untuk memberi nama CMS ini. Diputuskanlah satu nama yang akan kami publikasikan nanti ketika sudah siap rilis. Kami akan rilis nanti kalo dokumentasinya sudah rapih dan enak dibaca. CMS ini akan kami rilis di bawah salah satu lisensi open source dan dihost di github supaya temen-temen developer lain yang tertarik bisa ikut mengembangkan.

Tunggu saja yah tanggal rilisnya. Pantengin terus @NyankodTWEET dan fanpage Nyankod. :D
Bisnis Diary Rezeki Kewirausahaan Mikir

Sudut Pandang Baru dari
"Laba = Penjualan - Pembelian"

Silakan Ngomen
Dalam dunia usaha kita sudah terbiasa dengan rumus seperti pada judul di atas. Memang benar dan sederhana, dan dapat dipahami oleh orang bukan pedagang sekalipun. Laba adalah harga jual setelah dikurangi biaya produksi atau modal. Dalam kalimat lain dapat dikatakan, jika penjualan lebih besar dari pembelian, maka ia dikatakan laba atau untung, dan bila penjualan lebih kecil daripada pembelian, maka ia dikatakan rugi.

Sekarang mari kita lihat penerapan lain dari rumus ini, dikaitkan dengan konsep pasar.

Pasar
=
Permintaan / Konsumsi
-
Penawaran / Produksi
+∞
=
∞
-
0
-∞
=
0
-
∞

Pasar dikatakan ada atau tersedia ketika ada kebutuhan yang dipenuhi, ada permintaan yang terpenuhi oleh penawaran. Contoh sederhananya kita lihat secara real di pasar. Orang bertemu di pasar karena ada yang butuh sesuatu dan ada yang menyediakan barang yang dibutuhkan. Dari sini kita bisa lihat bahwa faktor permintaan menjadi pencetus munculnya pasar.

Baris selanjutnya adalah patokan penting yang tidak boleh diabaikan dalam berwirausaha. Ketika ada permintaan, meskipun kita tidak punya produk yang dibutuhkan, ini bisa jadi peluang pasar yang besar, atau saya beri tanda simbol +∞. Tapi bila kita punya faktor produksi, atau punya produk, yang mana tidak ada permintaan untuk produk tersebut, atau tidak ada orang yang butuh dengan produk kita, maka itu akan jadi kerugian yang tidak terbatas pula. Dari sinilah kita mesti berpegang pada kebutuhan pasar sebelum membuat produk.
chat Daily geje

Jarum Kecos

Silakan Ngomen

Suatu malam Kayah sedang ngegodain si Kamah. Lalu si Kamah yang lagi sibuk bikin baju buat boneka menyeringai.

  • Kamah: Kamu ga tau aku lagi pegang apa?! #nada_tinggi
  • Kayah: Tau kok, itu jarum, dan kain, dan benang
  • Kamah: Kamu tau apa yang bisa kulakukan dengan ini?? *sambil menyodorkan jarum
  • Kayah: hmm.. menjahit?
  • Kamah: Kamu tau apa yang bisa aku lakukan dengan jarum ini kalo aku lagi kesel??
  • Kayah: hmm.. menjahit lebih banyak?
  • Kamah: –_–#
Daily Menulis Review Software

Nyoba Posting dari Windows Live Writer

2 comments

windows-live-writer-1

 

Kereen! Baru ngetik judul aja, itu font judulnya udah sama dengan yang dipake di web.

 

Awalnya sih pengen bisa nulis blog tanpa mesti buka browser. Tinggal ketik, langsung terpasang. Saya ga perlu cek lagi itu di web. Atau bolehlah cek, tapi ga mesti ketik di browser. Alasannya, kadangkala ini koneksi terputus dan ketikan ga bisa disimpan. Terpaksa mesti dikopi dulu ke Notepad atau Gedit, baru kemudian disave untuk nanti bisa diposting kalo udah dapet koneksi lagi. Tapi meskipun ga ribet2 banget dengan cara begitu, rasanya kalo bisa ketik dan simpan di lokal hingga nanti dapet koneksi untuk dipublis kayaknya lebih nyaman. Dan pencarian ini membuahkan hasil. Dikasih tau sama Mamang Aufa katanya ada, yang ada kata live dan writer-nya , dan ketemulah sama beberapa kandidat client side blogging, salahsatunya ini yang dimaksud, Windows Live Writer (WLW).

 

WLW ini adalah salahsatu aplikasi gratis, bagian dari bundle Microsoft Essentials. Aplikasi gratis lainnya adalah Photo Gallery, Movie Maker, Windows Live Mail, dan OneDrive. Aplikasi lainnya mudah-mudahan ada waktu nanti buat review singkat.

 

Udah nyoba beberapa fitur. Bikin tautan gampang banget, jadi lebih cepet dengan sedikit klik, apalagi link yang udah dikopi ke clipboard otomatis terpasang di kolom URL. Pasang gambar juga gampang. Tinggal browse dan pilih gambar yang mau diunggah. Hanya saja pengaturan ukuran gambar, meskipun udah bisa custom dengan node di samping dan sudut gambar yang bisa didrag untuk mengatur ukuran, masih lebih simpel cara blogger yang memberikan opsi ukuran seperti Small, Medium, Large, X-Large dan Original Size. Selain itu masih banyak lagi fitur yang sudah lebih dari cukup untuk keperluan blogging. Bahkan WLW ini menyediakan tab untuk menampilkan preview dan kode HTMLnya. Dan yang ane suka banget, WLW ini ga gegabah menterjemahkan style dari teks yang kita kopi dari suatu website yang mana sudah dikenai style. WLW mem-paste sebagai teks yang bersih dari style sehingga tidak mengganggu style bawaan blog kita. :D

 

Tampilan jendela WLW ini pun udah menyesuaikan dengan jamannya Windows, terutama dengan style Ribbon. Ditambah lagi, ada pengecekan spelling check dan thesaurus seperti yang ada di Microsoft Office. Dan satu lagi yang bikin elegan, adalah layout menulis yang nampaknya mengikuti layout tampilan blog kita. Karena layout blog saya ada ruang sidebar di kiri dan di kanan, jadi ruang menulis saya di WLW ini jadi ada space kosong di kiri dan kanannya. Elegaaan… @o@

 

Terakhir, WLW ini bisa dipakai untuk blogging di lebih dari satu akun, dengan banyak platform blog yang disupport seperti Blogger (yang sedang saya pakai), Wordpress, LiveJournal, TypePad, Telligent Community, PBlogs.gr, JournalHome, the MetaWeblog API, the Movable Type API, Blogengine, Squarespace dan lain-lain.

 

Overall, recommended buat para blogger yang hanya ingin fokus nulis konten, dan terutama sama yang punya keterbatasan koneksi, kayak saya hehehe..

 

Update setelah publish : Tampilan setelah publish sempurna, tanpa ada yang kelewat dan style yang berlebih. :)

 

Update yang kelupaan : Saat setup pertama kali, karena saya pake blogger, yang mana autentikasinya dari Google, itu gagal mulu. Ternyata google memberitahukan melalui email bahwasanya ada percobaan sign in yang kemudian sengaja diblok oleh Google dengan alasan keamanan. Itu bisa disetting dengan mengaktifkan less secure apps di Google settings. Nanti kalo ketemu yang begitu juga dikasih tau kok sama Google, tinggal ikutin aja langkah-langkahnya. :) Buat settingan di Wordpress saya belum coba. So kalo ada yang udah nyoba, share juga ya :)

acapella alfataa Daily kreatif nasyid

al-Fataa Nasyid - (Latihan) Remaja Peduli

Silakan Ngomen


Kemarin, yaitu hari minggu, ada undangan buat tampil nasyid di Salman ITB. Undangan itu untuk tim nasyid alFataa. Wow, kira-kira sudah 7 tahun kami tidak berkumpul dan bernyanyi bersama lagi. Al-Fataa adalah tim nasyid yang saya ikuti bersama teman-teman waktu di pesantren dulu. Total personil ada 9 orang, diantaranya ada Febtri Zaina Rachman, Rizqi Fauzi, Firman Fauzi, Ihsan Fauzi, Kiki Hilman, Abdul Aziz, Mas Agung, Amir Musyaddad dan Saya. Banyak yah. Kami adalah tim nasyid dengan genre acapella. Sayangnya hari minggu ini kami tidak bisa kumpul semua karena ada yang sudah kerja dan berkeluarga dan tinggal di luar kota. Jadinya hari minggu ini cuma berlima aja yang bisa ikut, ditambah 2 personil Naga Voice dari Salman yaitu Tezar dan Rifki.

Itu yang saya embed adalah rekaman latihan kami. Lumayan lah, untuk latihan sehari mah. hehe..

vocal: Tezar Aditya Auza
bariton: Rizqi Fauzi Anggadinata, Rifki Amami, Toni Haryanto
tenor: Febtri Zaina Rachman, Abdul Aziz Maulana
bass: Firman Fauzi