Labels

Cari di blog ini

Bisnis Kewirausahaan

Analisis SWOT - Pentingnya Mengenali Diri dan Lingkungan

Silakan Ngomen
Analisis SWOT adalah analisis kondisi internal maupun eksternal suatu organisasi yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi dan program kerja. Analisis internal meliputi peniaian terhadap faktor kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness). Sementara, analisis eksternal mencakup faktor peluang (Opportunity) dan tantangan (Threat). (disadur dari http://daps.bps.go.id/file_artikel/66/Analisis%20SWOT.pdf)

Intermezzo

Saya pencinta batagor. Hampir tiap jalan-jalan kemana gitu, saya cari tukang batagor dekat situ dan mencicipinya. Suatu hari, saya lagi jalan-jalan ke BEC Bandung. Saya lalu lapar dan pengen beli batagor. Sayangnya batagor langganan saya di sekitar situ udah tutup karena di tempat mangkalnya mulai dibangun gedung baru. Akhirnya saya cari tukang batagor lain, kebetulan di seberangnya juga ada satu tukang batagor lagi yang kualitas dan harganya ga jauh beda. Entah karena saat itu lagi hujan atau faktor apa yang saya lupa, saya akhirnya nyampe di tukang batagor yang agak bergeser lokasinya, bukan yang saya maksud barusan. Okelah saya beli disitu, mungkin emang rejeki si mang batagor yang ini. Saya beli satu porsi batagor kuah. Dan, cukup mengecewakan. Karena menurut saya penyajian batagor yang ini ga memenuhi standar, paling tidak standar dagang antar batagor di sekitar situ. Bayangin aja, batagornya dingin, kuahnya juga hangat, ga panas. Terus gitu, keruh lagi kuahnya, cuma kayak air pake bumbu penyedap. Ga pake bawang, ga pake seledri. Minta sambel juga habis katanya. Polos pokoknya, cuma air dan batagor. Dalam hati sempat menggerutu juga, tapi kalo begitu terus, artinya saya ga bersyukur dong, batagor pun ga bisa dinikmati. Okelah saya habisin tanpa banyak mikir. Abis itu, saya bayar, dan harganya 8 ribu. Gerutuan saya naik lagi ke permukaan. Saya bilang,  "delapan ribu? biasanya juga enam ribuan mang..". Si mang batagor jawabnya karena harga tahu lagi naek. Okelah, mau gimana lagi, batagor udah masuk perut. Salahnya saya mestinya nanya dulu harganya di awal. Itu kebiasaan buruk yang mesti dirubah.

Besoknya kebetulan saya ke BEC lagi. Kali itu saya beli batagor yang satu lagi yang saya maksud di awal. Nah yang itu sesuai standar. Maksud saya, pas lah komposisinya. Batagornya panas, kuahnya juga panas, ada bawang goreng dan seledri. Sambelnya pedes dan unlimited lagi, Seger kan? Dan tebak berapa harganya? Yap, masih 6 ribu. Dalam hati kasian juga ama penjual batagor yang kemarinnya saya beli. Apa dia bisa berkompetisi dengan kondisi dia yang sekarang. Mudah-mudahan dia cepat belajar.

SWOT

Kembali ke pembahasan awal. Intermezzo di atas nanti akan saya singgung di bawah.

Ada 4 variabel analisis, diantaranya adalah strength, weakness, opportunity dan threat. Strength dan weakness atau kalo diartikan menjadi kekuatan dan kelemahan, adalah faktor internal sebuah bisnis. Sedangkan opportunity dan threat yang artinya peluang dan ancaman/tantangan, adalah faktor eksternal dari sebuah bisnis. Keempat faktor ini mesti dicari dan diuraikan, karena 4 faktor inilah yang mempengaruhi secara langsung terhadap kesuksesan sebuah usaha, apapun usahanya.

Setelah kita mampu mendefinisikan keempat faktor tersebut dalam usaha kita, maka boleh dibilang kita sudah tau dimana dan bagaimana kedudukan kita sekarang. Setelah kita mengenali kondisi usaha kita barulah kita dapat merancang strategi untuk mencapai tujuan dari usaha kita. Kalo kita ga tau apa kekuatan kita, kelemahan kita, peluang apa yang ingin kita manfaatkan, dan tantangan apa yang mesti kita lalui, lalu tiba-tiba kita buka usaha, besar kemungkinan usaha kita akan gagal. Kenapa? Karena membuka usaha berarti membuat produk atau jasa dalam kondisi ketidakpastian yang ekstrem. Kalo kita ujug-ujug membuat produk, bagaimana kita yakin produk kita dapat diterima oleh pasar? Kalo bisa diterima, apakah produk kita benar-benar bermanfaat buat pelanggan? Lebih jauh lagi, adakah produk lain yang sejenis yang kualitas dan harganya lebih bisa diterima daripada produk kita? Apakah kita bisa bikin produk tersebut dengan kualitas yang lebih bagus? Banyak pertanyaan-pertanyaan semacam itu yang harus kita jawab terlebih dahulu sebelum memulai usaha. Pertanyaan-pertanyaan semacam itu ga akan kejawab kalo kita ga tau bagaimana posisi kita saat ini, bagaimana kondisi kita dan apa sebenarnya yang akan kita tuju dengan bisnis kita.

By the way, saya termasuk orang yang setuju dengan pernyataan "udah ga usah banyak mikir, buka aja sono usahanya, kalo udah dibuka, baru dipikirin lagi". Buka aja usaha, jangan dipikirin mulu tapi ga pernah direalisasikan. Tapi inget, tetep harus dipikirin, apalagi kalo udah dibuka usahanya. Kalo engga, nanti kasusnya sama kayak cerita penjual batagor di atas. Dia ga tau seperti apa kebutuhan pelanggan yang sebenarnya, dia juga ga tau kondisi pesaing. Saya yakin mestinya dia bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan kompetisi. Dia gagal (pada saat itu) karena dia tidak tau apa kekuatan dan kelemahan dirinya untuk dapat bersaing. Dia bahkan ga tau bagaimana kondisi persaingan batagor di sekitar situ. Hanya buka, dan tunggu pelanggan. Kalo ga segera belajar dan berfikir lagi, saya yakin akan semakin banyak potensi pelanggan baru yang kecewa dan ga akan datang lagi kesitu.

Bersambung ke bagian dua Analisis SWOT - Contoh Analisis :)

0 tanggapan:

Posting Komentar

terima kasih sebelumnya untuk tanggapannya ^_^